| 0 comments ]

Sistem Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan menggunakan CAT (Computer Assisted Test) dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah banyak diapresiasi dan diakui oleh berbagai pihak karena sangat transparan. Namun, dalam tahap selanjutnya yakni Tes Kompetensi Bidang (TKB) dirasa masih belum memuaskan banyak pihak, bahkan cenderung dipandang adanya celah untuk dapat "diatur". Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya laporan pada tes CPNS tahun 2014 terhadap kejanggalan hasil tes TKB.

Oleh karena itu, Rapat Koordinasi Penyusunan Naskah Soal TKB yang diselenggarakan di Yogyakarta ini, menjadi satu bagian penting untuk menyempurnakan sistem rekruitmen pada tahun anggaram 2014. Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji berharap jika dimungkinkan TKB ini bisa menggunakan aplikasi yang sama transparan dan objektifnya dengan TKD.

Dwi Wahyu menambahkan bahwa K/L/Pemda perlu menyamakan persepsi dan pemahaman untukmelaksanakan seluruh rangkaian tahapan rekruitmen ASN untuk dilakukan secara transparan, objektif dan adil sebagaimana diamanatkan dalam UU ASN.

Salah satu ujung tombak reformasi birokrasi di bidang SDM yang paling efektif adalah reformasi sistem rekruitmen pegawai. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dan diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang konstruktif guna lebih menyempurnakan yang akan digunakan dalam kebijakan rekruitmen Calon ASN tahun 2015/2016.

Oleh karenanya perbaikan dan pengembangan sistem rekruitmen pada setiap tahapannya harus menjadi perhatian bersama. “Pelaksanaan rekrutmen untuk tahun depan bisa dipersiapkan dari sekarang, dengan cara ini, semoga kita mendapatkan anak bangsa terbaik,” imbuh Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja.


Sumber:
- Humas Kemenpan RB
Read More...

| 0 comments ]

Para peserta seleksi Cpns jangan terlalu mengharapkan keberuntungan dalam tes Cpns, namun mereka harus berusaha keras belajar dan berlatih soal yang berdasarkan kisi-kisi Seleksi Cpns yang berasal dari Pemerintah (resmi). Secara umum jenis seleksi terdiri dari TKD (Tes Kompetensi Dasar) dan TKB (Tes Kompetensi Bidang).

Bahkan terkait TKD (Tes Kompetensi Dasar), Pemerintah berketetapan hati untuk kembali menggunakan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) sebagai hasil akhir penetapan kelulusan seleksi CPNS. Ketetapan hati tersebut adalah seperti yang diperbuat pada seleksi Cpns di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keputusan itu ditegaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PANRB) Yuddy Chrisnandi dalam rapat dengan Pj. Bupati Konkep H. Muh. Nur Sinapoy, Ombudsman RI, BPKP, BKN, serta Plt. Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, di Jakarta, Senin 25 Mei 2015.

Menpan-RB mengakui bahwa tidak mudah mengambil keputusan, dan setiap keputusan tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi pasti ada sebagian orang yang tidak senang. Masalah yang terjadi dalam seleksi CPNS Konkep berawal dari adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya kebocoran tes kompetensi bidang (TKB). Selanjutnya Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2014 memutuskan dilakukan investigasi oleh BPKP.

Panselnas kembali membahas hasil investigasi BPKP dan Ombudsman, yang menyatakan bahwa terjadi kebocoran naskah soal dan jawaban. Dari situlah kemudian Menteri PANRB menerbitkan surat kepada Pj. Bupati Konkep yang menyatakan TKB dibatalkan, dan kelulusan ditentukan berdasarkan hasil TKD.

Disitulah letak pentingnya Tes Kompetensi Dasar, disamping Tes Kompetensi Bidang pun tak kalah pentingnya. Kami dari pengelola situs sleksicpns.com memberi suatu Latihan Soal Gratis untuk persiapan Seleksi Cpns Tahun Anggaran 2016. Berikut bisa filesnya bisa diunduh oleh para pengunjung yang membutuhkan :



Latihan / Prediksi Soal Seleksi Cpns 2016:


  1. Panduan Berlatih | Download Gratis
  2. Latihan Soal Seleksi Cpns 2016 - Jalur Umum | Download Gratis,
  3. Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini
  4. Latihan Soal Seleksi Cpns 2016 - Jalur Honorer | Download Gratis,
  5. Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)


  • Download materi pelatihan Tes Wawasan Kebangsaan Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Tes Bahasa Indonesia


  • Download materi pelatihan Tes Bahasa Indonesia Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Tes Bahasa Inggris


  • Download materi pelatihan Tes Bahasa Inggris Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Tes Intelegensi Umum (TIU)


  • Download materi pelatihan Tes Intelegensi Umum Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Tes Karakteristik Pribadi (TKP)


  • Download materi pelatihan Tes Karakteristik Pribadi Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Soal Tes Kompetensi Bidang (TKB)


  • Download Contoh materi pelatihan Tes Kompetensi Bidang Cpns disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini


Soal Tes Cpns Daerah (Cpnsd) 2016


  • Download Contoh materi pelatihan Tes Cpns Daerah disini,
  • Download Pembahasan Latihan Soal Seleksi Cpns disini



Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana berbagi tips untuk mengerjakan soal pada tes kompetensi dasar (TKD) dengan sistem computer assisted test (CAT) yakni 90 menit untuk 100 soal. Beliau menyarankan agar peserta mengerjakan soal-soal yang dianggap mudah terlebih dulu. Jadi sisa waktu yang ada dapat digunakan untuk mengerjakan soal yang lainnya.

Dikatakan, soal yang sudah dikerjakan akan berubah warna dari merah menjadi hijau pada bagian bawah, jadi peserta tahu mana nomor soal yang belum dikerjakan. Ditambahkan, di luar ruangan peserta, terdapat layar untuk melihat total nilai sesuai pengerjaan peserta di dalam. Sedangkan peserta yang sedang menempuh soal-soal ujian tidak dapat mengetahui skornya sebelum menyelesaikan ujian. Hal ini akan menjamin transparansi dalam tes Cpns.

Sebagi informasi tambahan bahwa dalam pelaksanaan tes CPNS dengan sistem CAT, peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi. Peserta yang telah selesai mengikuti tes, dapat mencatat nilai yang langsung muncul di kertas coretan yang telah disediakan panitia.

Semoga salah satu model sumber Belajar dan Berlatih Soal Seleksi Cpns 2016 dapat bermanfaat bagi para calon peserta Cpns 2016, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber :
- Humas Menpan
- ujiancpns.com
Read More...

| 0 comments ]

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dr. Yuddy Chrisnandi mengatakan, bahwa tes untuk eks Tenaga Honorer Kategori 2 (TH K-2) rencananya akan dilaksanakan mulai Bulan Agustus 2015 ini dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pemerintah memproyeksikan alokasi 30 ribu formasi untuk menggantikan formasi TH K-2 yang tidak terisi.

Jumlah ini merupakan hasil perhitungan dari TKH-2 yang telah lulus tes November 2013, tetapi penetapan NIP-nya tidak dapat diproses oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Dokumen mereka tidak sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan,” ujar Yuddy dalam Rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (08/04).

Menpan RB yang pernah menjabat sebagai anggota DPR pada periode 2004–2009 dari Partai Golongan Karya tersebut menambahkan, formasi tersebut akan dialokasikan untuk Kementerian/ Lembaga sebanyak 4.500 dan untuk pemda sebanyak 25.500 dengan prioritas usia di atas 35 tahun, serta untuk formasi tenaga pendidik, kesehatan, dan penyuluh. Namun sebelum pelaksanaan tes, masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus memastikan ketersediaan anggaran, baik untuk membayar gaji serta biaya pelaksanaan seleksi. Selain itu, tes baru dapat dilakukan jika masing-masing instansi telah melakukan verifikasi terhadap kelengkapan administrasi atau dokumen sebagai bukti keabsahannya.

Seleksi eks TH K-2 diperuntukkan bagi mereka yang tidak lulus dalam tes sebelumnya, dan masih bekerja secara terus menerus di instansi pemerintah, sudah terdaftar dalam database BKN, dan sudah memiliki nomor tes seleksi CPNS. Selain itu eks TH K-2 wajib memenuhi ketentuan dalam PP nomor 56 tahun 2012, yaitu dibiayai bukan Dari APBN atau APBD, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus.

Eks honorer K-2 tersebut juga harus berusia paling rendah 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006. "Kebenaran data yang disampaikan dijamin dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh PPK, yang sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan validasi terpadu oleh BKN dan BPKP sebelum tes dilaksanakan," ungkap Yuddy yang didampingi oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, para Deputi Kementerian PANRB, dan Wakil Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Dikatakan, penanggungjawab pelaksanaan seleksi untuk instansi pusat adalah Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yakni Menteri, Kepala LPNK, dan Sekjen Lembaga Negara (instansi pemerintah pusat), sedangkan untuk pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Untuk TH K-2 yang mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus namun kemudian diketahui tidak memenuhi persyaratan administratif, maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat atau dibatalkan pengangkatannya sebagai CPNS. Dan terhadap pejabat yang menandatangani SPTJM akan dikenakan sanksi administratif dan/atau hukum.

Dalam kesempatan itu, Menteri yang juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2009–2014 dari Partai Hati Nurani Rakyat juga menjelaskan, penentuan kelulusan didasarkan pada pemenuhan nilai ambang batas (passing grade) yang ditetapkan atas pertimbangan Mendikbud dan memperhatikan pendapat dari konsorsium PTN. Nilai ambang batas ditetapkan sebelum pelaksanaan tes dan tidak dapat dilakukan perubahan. “Kelulusan didasarkan pada urutan atau peringkat. Jika jumlah yang memenuhi nilai ambang batas melebihi jumlah formasi yang tersedia," ujar Menteri.

Dalam kesimpulan rapat kerja, Komisi II DPR dapat memahami laporan Kementerian PANRB tentang penyelwlesaian TH K-2, serta meminta Kementerian PANRB untuk menuntaskan masalah TH K-2 yang jumlahnya mencapai 439.956 orang dengan menetapkan kebijakan yang dapat dicarikan jalan keluarnya.

Terhadap K-2 yang yang tidak lulus dalam seleksi tahun 2015 ini, DPR minta agar Kementerian PANRB mempertimbangkan kembali dan memperhatikan catatan dan pendapat anggota Komisi II yang disampaikan dalam Raker. Selain itu, Komisi II DPR akan membicarakan berbagai permasalahan K-2 ini lebih lanjut dalam rapat panita kerja (Panja)


Sumber:
- Kementerian PAN-RB RI
Read More...