| 0 comments ]

Diujikannya Tes Bakat Skolastik (TBS) dalam seleksi Cpns bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang calon pns di bidang keilmuan. Jenis ujian ini juga dapat mencerminkan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang. Tes bakat skolastik bisa dikatakan adopsi dari tes SAT (Scholastic Aptitude Test) yang sudah menjadi standar ujian masuk Perguruan Tinggi di Amerika dan dunia. Di Indonesia, tes ini telah menjadi tes standar soal cpns (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan ujian masuk Perguruan Tinggi (Snmptn), ataupun tes penyaringan untuk keperluan lainnya. Tes Bakat Skolastik (TBS) ini juga dikenal dengan nama lain Tes Potensi Akademik (TPA). Meskipun keduanya sama, lebih banyak instansi yang istilah TPA daripada istilah TBS.

Secara umum TBS atau TPA ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spasial atau gambar.

Tes bahasa berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.

Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.

Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram. Pelajari pula soal psikotes yang sering dipakai oleh perusahaan untuk rekrutmen tenaga kerja.

Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika (imajinasi) ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini terdiri dari tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.

0 comments

Post a Comment