| 0 comments ]

Mata ujian Tes Bakat Skolastik (TBS) dalam ujian Cpns bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang calon pns di bidang keilmuan. Jenis ujian ini juga dapat mencerminkan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang. Tes bakat skolastik bisa dikatakan adopsi dari tes SAT (Scholastic Aptitude Test) yang sudah menjadi standar ujian masuk Perguruan Tinggi di Amerika dan dunia. Di Indonesia, tes ini telah menjadi tes standar soal cpns (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan ujian masuk Perguruan Tinggi (Snmptn), ataupun tes penyaringan untuk keperluan lainnya. Tes Bakat Skolastik (TBS) ini juga dikenal dengan nama lain Tes Potensi Akademik (TPA). Meskipun keduanya sama, lebih banyak instansi yang istilah TPA daripada istilah TBS.

Contoh Latihan Soal Tes Bakat Skolastik Cpns

  1. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Dirgantara
    2. Udara
    3. Langit
    4. Samawi
    5. Angkasa
  2. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Tidak dinamis
    2. Fluktuatif
    3. Statis
    4. Diam
    5. Status Quo
  3. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Jumawa
    2. Angkuh
    3. Congkak
    4. Egaliter
    5. Tinggi hati
  4. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Sendok : Garpu
    2. Piring : Gelas
    3. Piring : Mangkuk
    4. Rak piring : Piring
    5. Sendok : Mangkuk
  5. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Venus
    2. Neptunus
    3. Pluto
    4. Mars
    5. Uranus
  6. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Indonesia
    2. Malaysia
    3. Singapura
    4. Korea utara
    5. Timor Leste
  7. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. James Watt
    2. Michael Farady
    3. Wright bersaudara
    4. A.G.Bell
    5. F.D. Roosevelt
  8. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Saudi Arabia
    2. UEA
    3. Iran
    4. Jordania
    5. Lebanon
  9. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
    1. Batang
    2. Daun
    3. Benangsari
    4. Ranting
    5. Akar
  10. Mana yang tidak masuk kelompoknya ?
    1. Cyan
    2. Green
    3. Black
    4. Yellow
    5. Magenta
  11. Mana yang tidak masuk kelompoknya ?
    1. Jusuf Kalla
    2. Muhammad Hatta
    3. Sudharmono
    4. B.J.Habibie
    5. Soekarno
  12. Mana yang tidak masuk kelompoknya ?
    1. Mengapa
    2. Apakah
    3. Karena
    4. Bagaimana
    5. Siapa
  13. Mana yang tidak masuk kelompoknya ?
    1. Banjar
    2. Batak
    3. Jawa timur
    4. Minang
    5. Sunda
  14. Mana yang tidak masuk kelompoknya ?
    1. Basket
    2. Sepakbola
    3. Tenis meja
    4. Tenis lapangan
    5. Bulutangkis
Read More...

| 0 comments ]

Tes Skala Kematangan atau Maturity Test merupakan sebuah tes psikologi yang bermanfaat untuk mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu.
Dalam tes cpns tes ini diujikan dan umumnya menekankan pada aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh seorang karyawan profesional.

Contoh Latihan Tes Skala Kematangan Cpns

Integritas & Kejujuran

  1. Hampir semua pegawai di kantor instansi saya meminta uang tanda terimakasih atas pengurusan surat ijin tertentu. Namun menurut peraturan kantor, hal itu tidaklah diperbolehkan, maka saya
    1. Ikut melakukannya karena bagaimanapun juga kawan-kawan kantor juga melakukannya
    2. Melakukannya hanya jika terpaksa membutuhkan uang tambahan untuk keperluan keluarga, sebab gaji kantor memang kecil
    3. Terkadang saja melakukan hal tersebut
    4. Berusaha semampunya untuk tidak melakukannya
    5. Tidak ingin melakukannya sama sekali
  2. Anda adalah seorang karyawan apotek. Seorang pembeli ingin membeli obat-obatan tertentu yang harus menggunakan resep dokter karena bisa membahayakan kesehatan. Dia tidak mempunyai resep itu. Namun pembeli tersebut memaksa ingin membelinya dan dia memberikan sejumlah uang kepada agar mau memberikan obat tersebut. Apa yang anda lakukan ?
    1. Saya memberikan obat tersebut kepadanya, toh tak ada yang tahu
    2. Saya ragu-ragu keputusan apa yang saya ambil
    3. Saya berkonsultasi kepada rekan sejawat dulu
    4. Saya menolaknya dengan mantap
    5. Saya menerima uang tersebut dan memberikan obatnya
  3. Atasan anda melakukan rekayasa laporan keuangan kantor, maka anda
    1. Dalam hati tidak menyetujui hal tersebut
    2. Hal tersebut sering terjadi di kantor manapun
    3. Mengingatkan dan melaporkan kepada yang berwenang
    4. Tidak ingin terlibat dalam proses rekayasa tersebut
    5. Hal semacam itu memang sudah menjadi tradisi yang tidak baik di Indonesia
  4. Abdullah, teman karib anda, melakukan kecurangan absensi. Maka anda
    1. Mentoleransi sebab baru kali ini Abdullah melakukannya
    2. Rekan kerja yang lain juga melakukannya, jadi tidaklah mengapa
    3. Mengingatkan dan menegur
    4. Menegur dan melaporkan apa adanya kepada atasan
    5. Menanyakan kepadanya mengapa dia melakukan hal tersebut
  5. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Respon saya adalah …
    1. Berusaha menghindari rekan yang membujuk untuk mengetahui hasil keputusan rapat
    2. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
    3. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil keputusan rapat
    4. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang hasil keputusan rapat
    5. Tidak akan membocorkan hasil keputusan rapat karena bukan wewenang saya
  6. Bagi saya, bekerja adalah…
    1. Beribadah
    2. Tugas
    3. Kewajiban
    4. Kebutuhan
    5. Mencari uang untuk nafkah
  7. Seorang oknum staf penerimaan CPNS menawarkan bantuan kepada saya, agar bisa diterima menjadi PNS dengan cara memberikan dana sejumlah tertentu. Sikap saya adalah
    1. Menerima tawaran tersebut, sebab persaingan memang sangat ketat
    2. Mempertimbangkan terlebih dahulu segala sesuatunya
    3. Mencoba terlebih dahulu dengan cara resmi sebelum melalui cara seperti itu
    4. Menolaknya karena saya ingin diterima dengan cara yang sah, bukan dengan suap, agar rezki saya sebagai PNS nanti tetap halal
    5. Meminta pertimbangan orangtua dan pihak-pihak yang lebih berpengalaman
  8. Sebagian rekan kerja pulang 20 menit lebih awal dari jadwal yang seharusnya, bagaimana dengan anda ?
    1. Karena banyak yang melakukannya, mungkin hal itu tidaklah mengapa
    2. Banyak yang melakukannya sehingga sayapun juga melakukannya
    3. Demi toleransi, saya ikut melakukannya
    4. Saya tidak melakukannya agar dinilai sebagai staf yang rajin oleh atasan
    5. Saya tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga tetap pulang sesuai jadwal
  9. Saya sering mengingatkan bawahan saya untuk tidak melakukan kekeliruan pekerjaan kantor,
    1. Sayapun tidak boleh melakukan kekeliruan tersebut
    2. Karena saya atasannya, peraturan tersebut tidak berlaku bagi saya sendiri
    3. Saya sesekali melakukan kekeliruan tersebut
    4. Peraturan tersebut khusus untuk pegawai setingkat dia
    5. Lebih baik saya tidak melakukan kekeliruan tersebut
  10. Ketika banyak pegawai di kantor saya tidak mematuhi peraturan tentang larangan penggunaan fasilitas internet kantor untuk keperluan pribadi, pendapat saya
    1. Sayapun tidak akan mematuhi peraturan yang sangat sulit untuk dipatuhi itu
    2. Jika hanya saya yang mematuhi peraturan tersebut, maka percuma saja
    3. Saya akan terus mematuhi peraturan tersebut meskipun sebagian besar melanggarnya
    4. Saya mematuhi peraturan tersebut dan berusaha mengajak pegawai lain untuk turut mematuhinya
    5. Sebaiknya peraturan yang sulit seperti itu harus dirubah Semangat Berprestasi
  11. Atasan anda menetapkan target tugas harus selesai pada deadline tanggal 27 bulan ini, maka
    1. Saya akan selesaikan tepat pada tanggal 27
    2. Kalau tugas lain menumpuk, saya akan minta ijin untuk menyeleaikan barang satu atau dua hari sesudah deadline
    3. Saya mencoba menyelesaikan tanggal 26 jika memungkinkan
    4. Saya meminta tolong rekan lain agar tidak terlambat deadline
    5. Saya menegosiasikan deadline yang ditetapkan atasan tersebut dengan baik-baik agar tidak terlalu memberatkan
  12. Ketika gagal mencapai sesuatu yang diinginkan, saya
    1. Mencari dengan seksama siapa yang turut bertanggungjawab terhadap kegagalan saya tersebut
    2. Mengambil waktu untuk menenangkan diri
    3. Bersedih hati
    4. Melakukan introspeksi dan memperbaiki upaya
    5. Meminta bantuan orang-orang terdekat
  13. Anda adalah seorang PNS di Departemen Perdagangan. Anda memahami bahwa Indonesia memiliki keunggulan “keunggulan mutlak” dalam perdagangan internasional untuk beberapa jenis produk. Apa visi anda terhadap kondisi tersebut ?
    1. Saya mengusulkan kepada atasan untuk mengoptimalkan perdagangan produk-produk tersebut karena memiliki keunggulan harga murah dan ketersediaan barang
    2. Hal itu mungkin sudah ditangani oleh PNS lainnya, karena di kantor Departemen Perdagangan ada banyak rekan lain
    3. Saya kurang berani mengusulkan ini itu kepada pimpinan



    4. Saya kurang yakin produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional



    5. Saya tanyakan terlebih dulu pendapat rekan lain mengenai hal ini




  14. Bagi saya, untuk menjadi pegawai negeri sipil yang sukses, saya harus melakukan …
    1. Mengikuti perintah dan arahan pimpinan secara loyal dan penuh kepatuhan
    2. Melakukan pekerjaan yang terbaik dengan standar kinerja yang tinggi
    3. Mengembangkan hal‐hal baru yang belum pernah diciptakan sebelumnya
    4. Menciptakan hubungan baik dengan setiap orang, rekan kerja dan pimpinan
    5. Bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan
Read More...

| 0 comments ]

Tes Skala Kematangan atau Maturity Test merupakan sebuah tes psikologi yang bermanfaat untuk mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu.
Adapun, materi Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam psikotes pada umumnya menekankan pada aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh seorang karyawan profesional. Aspek kedewasaan yang dimungkinkan diujikan dalam Tes Skala Kematangan Cpns antara lain :

Tes Skala Kematangan Aspek Integritas

Tes Aspek integritas bertujuan mengukur tingkat kebaikan atau ketulusan hati seseorang dalam kesehariannya. Seorang yang baik dan tulus hatinya, berani mengatakan benar itu benar, dan salah itu salah. Dia tidak takut terhadap risiko apapun yang menimpa. Dia berani memperjuangkan kebaikan dan kebenaran meskipun hal itu dapat membahayakan karirnya. Di jaman sekarang ini, orang-orang yang memiliki integritas semakin langka. Jumlahnya lebih sedikit dari burung Jalak Bali yang hampir punah. Orang-orang seperti inilah yang pantas mendapat tanggungjawab besar dalam memimpin dan mengatur urusan-urusan penting yang menyangkut rakyat banyak.

Tes Skala Kematangan Aspek Semangat Berprestasi

Tes Aspek semangat berprestasi bertujuan mengukur tingkat motivasi dan kekuatan tekad seseorang untuk melakukan tugasnya dengan baik dan meraih capaian-capaian tertentu yang signifikan dan penting. Tidak setiap karyawan maupun pegawai negeri memiliki karakter ini. Sebagian dari mereka hanya bekerja sesuai standar atau malah dibawah standar. Karyawan yang memiliki karakter ini biasanya akan meraih kesuksesan karir yang gemilang.

Tes Skala Kematangan Aspek Kreatifitas

Tes Aspek kreatifitas kerja bertujuan mengukur seberapa tinggi anda memiliki daya cipta untuk membuat sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru tersebut dapat berupa benda fisik, cara, sistem, ataupun hal lainnya. Sesuatu yang baru tersebut haruslah memiliki kelebihan tertentu dari yang lama. Apakah lebih baik sistemnya, lebih cepat pencapaiannya, lebih hemat sumber daya, ataupun kelebihan lain yang signifikan.

Tes Skala Kematangan Aspek Efisiensi Kerja


Tes Skala Kematangan Aspek Efisiensi Kerja bertujuan mengukur seberapa baikkah anda dalam menuntaskan suatu pekerjaan secara benar, namun dengan waktu yang lebih cepat, dan pemakaian sumber daya yang lebih hemat. Dalam dunia kerja, baik untuk pegawai negeri maupun pegawai swasta, efisiensi adalah karakter penting yang harus dimiliki oleh setiap pekerja, karena tujuan organisasi dapat dicapai dengan lebih cepat dan lebih efisien.

Para psikolog yang mengembangkan Maturity Test ini antara lain Dr. Robert Epstein, seorang psikolog Amerika yang meraih gelar PhD bidang Psikologi dari Universitas Harvard pada tahun 1981. Epstein adalah profesor dan peneliti psikologi, yang mendirikan Cambridge Center for Behavioral Studies di Massachusetts Amerika. Epstein juga merupakan peneliti dan Profesor pada California School of Professional Psychology, sekaligus mengajar di National University, Boston University, the University of Massachusetts at Amherst, the University of California San Diego, dan the HAL College of Technology and Design di Amerika.
Read More...

| 0 comments ]

Diujikannya Tes Bakat Skolastik (TBS) dalam seleksi Cpns bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang calon pns di bidang keilmuan. Jenis ujian ini juga dapat mencerminkan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang. Tes bakat skolastik bisa dikatakan adopsi dari tes SAT (Scholastic Aptitude Test) yang sudah menjadi standar ujian masuk Perguruan Tinggi di Amerika dan dunia. Di Indonesia, tes ini telah menjadi tes standar soal cpns (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan ujian masuk Perguruan Tinggi (Snmptn), ataupun tes penyaringan untuk keperluan lainnya. Tes Bakat Skolastik (TBS) ini juga dikenal dengan nama lain Tes Potensi Akademik (TPA). Meskipun keduanya sama, lebih banyak instansi yang istilah TPA daripada istilah TBS.

Secara umum TBS atau TPA ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spasial atau gambar.

Tes bahasa berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.

Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.

Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram. Pelajari pula soal psikotes yang sering dipakai oleh perusahaan untuk rekrutmen tenaga kerja.

Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika (imajinasi) ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini terdiri dari tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.
Read More...

| 0 comments ]

Situs kami www.seleksicpns.com sebagai situs yang mengemban misi menyebarluaskan informasi ujian cpns, berusaha menerbitkan artikel Soal Cpns. Soal ujian cpns merupakan bagian penting dari kesuksesan seseorang calon peserta tes cpns dalam rangka mendukung kesuksesan peserta cpns mencoba sukses dalam tes kepegawaian yang selalu banyak peminatnya.

Soal cpns dibuat oleh team ahli di Pemerintahan sesuai dengan bidangnya. Hal ini menyebabkan soal yang dibuat berkualitas sebagai suatu tes standar dalam menyeleksi calon pegawai negeri sipil (cpns), disamping tes yang dibuat sudah seharusnya mampu memprediksikan kemampuan dari calon pns yang akan direkrut.


Persoalan yang kami kembangkan adalah topik-topik yang sekiranya dibutuhkan oleh para pengunjung dimana materi ini dirancang / dibuat oleh team seleksicpns.com untuk membantu para pencari kerja dalam cpns. Kami berharap semoga materi yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam seleksi Cpns di Indonesia. Amin Yaa Rabbal Alamin!
Read More...

| 0 comments ]

Cpns merupakan akronim dari Calon Pegawai Negeri Sipil. Cpns atau juga diistilahkan Casn (Calon Aparatur Sipil Negara) merujuk pada pegawai yang baru lulus tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahap pertama. Calon Pegawai Negeri Sipil belum mengikuti kewajiban untuk memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan gaji 100%. Mereka digaji dengan persentase sejumlah 80% berdasarkan SK CPNS yang telah ditentukan dengan berpedoman pada undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Saat berstatus sebagai Cpns, kompetensi dan kinerja mereka dinilai berdasarkan formasi di saat mereka dinyatakan lulus seleksi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Jika mereka belum memenuhi kriteria penilaian tahap kedua, status calon dapat ditunda dengan ketentuan waktu tertentu. Jika belum memenuhi persyaratan berdasarkan waktu yang telah ditentukan, mereka dinyatakan gugur atau dibatalkan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Persyaratan menjadi Pegawai Negeri Sipil

Kriteria yang harus dipenuhi sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil:

  1. Mengikuti diklat prajabatan, dan memiliki sertifikat yang menyatakan kelulusan mereka dalam kegiatan tersebut.
  2. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah.
  3. Pencapaian daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) dengan predikat nilai minimum yang telah ditentukan.


Setelah memenuhi kewajiban yang berupakan tes seleksi tahap ketiga tersebut, Calon Pegawai Negeri Sipil akan mendapatkan status Pegawai Negeri Sipil (Pns) dengan gaji 100% setelah menerima SK PNS sebagai pengganti SK CPNS yang telah mereka miliki sebelumnya. Berdasarkan ketentuan pada undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 43 tahun 1999 menyatakan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalani masa percobaan sekurang-kurangnya 1 tahun dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi kewajiban dan persyaratan yang telah ditentukan.


Perihal Pengadaan Cpns



Pengadaan Pegawai Negeri Sipil merupakan kegiatan untuk mengisi formasi yang lowong. Pada umumnya formasi yang lowong disebabkan adanya Pegawai Negeri Sipil yang berhenti, pensiun, meninggal dunia atau adanya perluasan organisasi, yang kemudian ditetapkan dalam keputusan Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara Karena tujuan pengadaan Pegawai Negeri Sipil untuk mengisi formasi yang lowong, maka pengadaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan, baik dalam arti jumlah maupun kompetensi jabatan yang diperlukan. Setiap Warga Negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Syarat-syarat tersebut tidak boleh didasarkan atas jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan, atau Daerah.

Pengadaan Pegawai Negeri Sipil hanya diperkenankan dalam batas formasi yang telah ditetapkan, dengan memprioritaskan:

1. Pegawai pelimpahan/penarikan dari Departemen/Lembaga Pemerintahan Non Departemen/Pemerintah Daerah yang kelebihan pegawai.
2. Siswa/mahasiswa ikatan dinas, setelah lulus dari pendidikannya.
3. Tenaga kesehatan yang telah selesai melaksanakan masa bakti sebagai pegawai tidak tetap.
4. Tenaga lain yang sangat diperlukan.


Persyaratan



Syarat (umum) yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil:

1. Warga Negara Indonesia;
2. Pada saat diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, berusia sekurang-kurangnya 18 tahun dan setingi-tinginya 35 tahun
3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;Dalam ketentuan ini, tidak termasuk bagi mereka yang dijatuhi hukuman percobaan.
4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
5. Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri;
6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan keterampilan yang diperlukan; Berkelakuan baik;
7. Sehat jasmani dan rohani;
8. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah; dan
9. Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan.

Catatan: Pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dapat dilakukan bagi mereka yang melebihi usia 35 tahun namun tidak boleh melebihi usia 40 tahun. pengangkatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan khusus dan dilaksanakan secara selektif bagi yang telah mengabdi pada Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya 5 tahun terus-menerus sebelum diundangkannya Peraturan Pemerintah 11 Tahun 2002.


Pengumuman



Setiap pengadaan Pegawai Negeri Sipil harus diumumkan seluas-luasnya melalui media masa yang tersedia dan/atau bentuk lain yang mungkin digunakan agar diketahui oleh umum. Dengan pengumuman tersebut, di samping untuk memberikan kesempatan yang luas kepada Warga Negara Indonesia, juga lebih memungkinkan bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk mencari Calon Pegawai Negeri Sipil yang cakap dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Pengumuman penerimaan pegawai harus sudah dilakukan selambat-lambatnya 15 hari sebelum penerimaan lamaran.

Dalam pengumuman dicantumkan antara lain:

1. Jumlah dan jenis jabatan yang lowong
2. Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan
3. Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar
4. Alamat dan tempat lamaran ditujukan
5. Batas waktu pengajuan surat lamaran
6. Waktu dan tempat seleksi; dan
7. Lain-lain yang dianggap perlu.


Pelamaran



Surat lamaran ditulis tangan sendiri. Surat lamaran ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan dengan melampirkan:

1. Fotokopi STTB/Ijazah yang disahkan pejabat yang berwenang.
2. Kartu tanda pencari kerja dari Departemen/ Dinas Tenaga Kerja setempat
3. Pas foto menurut ukuran dan jumlah yang ditentukan.


Penyaringan



Penyaringan pelamar dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemeriksaan administratif dan ujian penyaringan Dalam pemeriksaan administratif, surat lamaran yang diterima diperiksa dan diteliti apakah sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. Pemeriksaan surat lamaran secara fungsional oleh pejabat yang diserahi tugas urusan kepegawaian. Surat lamaran yang tidak memenuhi syarat administratif dikembalikan dan disebutkan alasan pengembaliannya. Surat lamaran yang memenuhi Ujian penyaringan.

Ujian penyaringan dilaksanakan dengan test kompetensi serta test kepribadian (psikotest). Dalam usaha menjamin obyektivitas penyelenggaraan ujian penyaringan penerimaan pegawai, maka ujian dilaksanakan secara tertulis. Materi test kompetensi disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan, meliputi pengetahuan umum, Bahasa Indonesia, kebijaksanaan pemerintah, pengetahuan teknis, dan pengetahuan lainnya. Materi ujian disusun sedemikian rupa sehingga pelamar yang akan diterima benar-benar mempunyai kecakapan, keahlian, dan/atau keterampilan yang diperlukan.

Apabila dipandang perlu dapat diadakan ujian lisan berupa interview. Ujian lisan merupakan pelengkap dari ujian tertulis atau sebagai salah satu usaha untuk lebih mengetahui kecakapan pelamar syarat administratif disusun dan ditata secara tertib untuk memudahkan pemanggilan. Ujian keterampilan diadakan bagi pelamar untuk mengisi lowongan tertentu, misalnya untuk pelamar yang akan diangkat menjadi operator komputer atau pengemudi kendaraan bermotor.

Ujian kepribadian (psikotes) diadakan untuk mengisi jabatan tertentu untuk mengetahui kepribadian, minat, dan bakat pelamar.
Penyelenggaraan psikotes disesuaikan dengan kemampuan instansi masing-masing.


Pengumuman Pelamar Yang Diterima



Pejabat Pembina Kepegawaian menetapkan pelamar yang diterima berdasarkan jumlah lowongan dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk mengumumkan nomor peserta ujian yang diterima melalui media masa atau dalam bentuk lainnya.
Di samping pengumuman melalui media masa, kepada pelamar yang diterima disampaikan pemberitahuan secara tertulis melalui surat tercatat. Dalam pengumuman dan surat pemberitahuan tersebut diberitahukan kapan, kepada pejabat mana, dan batas waktu untuk melapor. Batas waktu melapor sekurang-kurangnya 14 hari kerja terhitung mulai tanggal dikirimkan surat pemberitahuan tersebut. Apabila pelamar yang dipanggil sampai batas waktu yang ditentukan tidak melapor, maka dianggap mengundurkan diri.


Pelamar yang ditetapkan diterima wajib melengkapi dan menyerahkan kelengkapan administrasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk, yaitu:

1. Foto copy ijazah/STTB yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang
2. Daftar riwayat hidup sesuai ketentuan yang belaku.
3. Pasfoto ukuran 3x4 cm sesuai kebutuhan.
4. Surat keterangan catatan kriminal/berkelakuan baik dari Polri.
5. Surat keterangan sehat rohani dan jasmani serta tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya dari dokter.
6. Asli kartu pencari kerja dari Dinas Tenaga Kerja.
7. Surat pernyataan tentang:

  • Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukumyang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai Calon/ Pegawai Negeri;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;
  • Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik. catatan: Bagi yang sebelumnya telah menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik harus melampirkan surat pernyataan telah melepaskan keanggotaan dan/atau kepengurusan dari partai politik yang diketahui oleh pengurus partai politik yang bersangkutan.
  • 8. Foto copy sah surat keterangan dan bukti pengalaman kerja bagi yang telah mempunyai pengalaman bekerja.


Khusus bagi yang pada saat diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil berusia lebih dari 35 (tiga puluh lima) tahun dan tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun, harus melampirkan surat keputusan pengangkatan dan surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih melaksanakan tugasnya pada instansi pemerintah.


Pengangkatan Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil



Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah menyampaikan daftar pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan dan ditetapkan diterima untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapat Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil menurut tata cara yang ditentukan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara memberikan NIP bagi yang memenuhi syarat, sebagai dasar bagi Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menetapkan keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Penetapan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan tahun anggaran yang berjalan, yaitu tahun anggaran penetapan formasi, pada tanggal 1 bulan berikutnya setelah pemberian NIP.

Dalam hal pemberian NIP pada bulan terakhir tahun anggaran yang berjalan, pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil berlaku mulai tanggal 1 bulan terakhir tahun anggaran yang bersangkutan, kecuali ada kebijakan lain dari Pemerintah Pusat.

Surat keputusan tentang pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil diberikan kepada yang bersangkutan dengan surat ke alamatnya.
Selambat-lambatnya 1 bulan sejak diterimanya surat keputusan, Calon Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan harus sudah melapor pada satuan unit organisasi.


Golongan Ruang



Golongan ruang sebagai dasar penggajian pertama ditetapkan berdasarkan ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) yang dimiliki dan digunakan pada saat melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, yaitu sebagai berikut.
Golongan ruang gaji Calon Pegawai Negeri Sipil (menurut ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 yang diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002).

  • I/a Sekolah Dasar/setingkat
  • I/c Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/setingkat
  • II/a Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/Diploma I/setingkat
  • II/b Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa/ Diploma II/setingkat
  • II/c Sarjana Muda/Akademi/Diploma III
  • III/a Sarjana/Diploma IV
  • III/b Dokter/Apoteker/Magister/setara ~ III/c Doktor


Ijazah/STTB Yang Diperoleh Di Luar Negeri



Ijazah yang diperoleh dari sekolah atau perguruan tinggi di luar negeri hanya dapat dihargai apabila telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan sekolah atau perguruan tinggi negeri di Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab dibidang pendidikan nasional atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berwenang menyelenggarakan pendidikan.

Penghasilan



Hak atas gaji Calon Pegawai Negeri Sipil adalah sebesar 80 % dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil yang berlaku mulai yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh kepala kantor atau pimpinan satuan organisasi yang bersangkutan.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya, sudah dianggap nyata melaksanakan tugas sejak ia berangkat menuju ke tempat tugasnya.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang pada saat pengangkatannya telah memiliki pengalaman atau masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok adalah:

1. Masa kerja selama bertugas di instansi pemerintah dihitung penuh untuk penetapan gaji pokok.
2. Masa kerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT).
3. Masa kerja sebagai pegawai/karyawan dari perusahaan swasta yang berbadan hukum, yang tiap-tiap kali tidak kurang dari 1 tahun dan tidak terputus-putus, diperhitungkan setengahnya sebagai masa kerja untuk penetapan gaji pokok, dengan ketentuan sebanyak-banyak 8 (delapan) tahun.

Masa Percobaan



Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil diwajibkan menjalani masa percobaan sekurang-kurangnya selama 1 tahun dan paling lama 2 tahun. Calon Pegawai Negeri Sipil yang selama menjalani masa percobaan dinyatakan cakap diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Calon Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan tidak cakap maka diberhentikan dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.

Calon Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalani masa percobaan sekurang-kurangnya 1 tahun dan paling lama 2 tahun, diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil apabila memenuhi syarat berikut:

1. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya bernilai baik,
2. Telah memenuhi syarat kesehatan j asmani dan rohani untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil,
3. Telah lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan.

Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian dan diberikan pangkat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan gaji pokok sesuai dengan golongan dan ruang penggajiannya.

Calon Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun dan telah memenuhi syarat menurut ketentuan yang berlaku, tetapi karena sesuatu sebab belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, maka hanya dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan. Pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil Pusat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara.

Calon Pegawai Negeri Sipil yang oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara dinyatakan tewas atau cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi disemua jabatan negeri, dengan keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara atau Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Pemberhentian Calon Pegawai Negeri Sipil



Calon Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat apabila:

1. Mengajukan permohonan berhenti;
2. Tidak memenuhi syarat kesehatan;
3. Tidak lulus dari pendidikan dan pelatihan prajabatan;
4. idak menunjukkan kecakapan dalam menjalankan tugas;
5. Menunjukkan sikap dan budi pekerti yang tidak baik yang dapat mengganggu lingkungan pekerjaan;
6. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang;
7. Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dan telah mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian;

Satu bulan setelah diterimanya keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil tidak melapor dan melaksanakan tugas, kecuali bukan karena kesalahan yang bersangkutan.


Calon Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat apabila:



1. Pada waktu melamar dengan sengaja memberikan keterangan atau bukti yang tidak benar;
2. Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan, atau melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan/tugasnya.
3. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat; atau
4. Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik tanpa mengajukan surat pemohonan berhenti secara tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian.


Sumber Acuan:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian PNS;
4. Surat Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11 Tahun 2002 tanggal 17 Juni 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002.
5. Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI
Read More...

| 0 comments ]

Situs Cpns (seleksicpns.com) hadir dengan komitmen untuk memberikan info yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan tentang seleksi Cpns Indonesia. Dengan susunan team admin yang cukup berpengalaman di bidangnya semoga perkembangan situs ini berjalan lancar. Kami berharap sebagian atau banyak bagian dari artikel yang disusun oleh team admin dapat dijadikan media rujukan untuk menciptakan tes cpns yang lebih berkualitas di Indonesia.

Berbagai info sekitar cpns dan perkembangannya akan kami sajikan di situs ini, yang disampaikan oleh para penulis yang berpengalaman di bidangnya.
Read More...